Solidaritas Fisikawan Muda: Alumni Pendidikan Fisika UIN RIL Ringankan Beban Tenaga Medis Lawan COVID-19
(21/04/2020)
Wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang melanda dunia telah menggugah rasa kepedulian di berbagai kalangan, termasuk di antara sivitas akademika UIN Raden Intan Lampung. Semangat berbagi ini diwujudkan dalam beragam aksi nyata, mulai dari inisiatif lembaga hingga sumbangsih individu. Sebagai bagian dari gerakan solidaritas tersebut, alumni Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung turut tergerak untuk memberikan dukungan kepada tenaga medis, yang berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi. Pada tanggal 15-16 April 2020, para alumni menyalurkan bantuan berupa 18 dus susu murni kemasan ke tiga rumah sakit di Bandar Lampung, yaitu RSUD Abdoel Moeloek, RS Bandar Negara Husada, dan RS Tjokrodipo. Dekan FTK, Prof. Dr. Nirva Diana, M.Pd., mengapresiasi inisiatif para alumni Pendidikan Fisika ini sebagai bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi tenaga medis. “Cara para alumni bergerak cukup unik, karena donasi yang diberikan adalah susu murni,” ungkap beliau, menyoroti pemilihan jenis bantuan yang menyegarkan dan bermanfaat. Pengumpulan dana untuk kegiatan ini telah dilakukan oleh para alumni sejak 27 Maret hingga 10 April 2020. Antusiasme yang tinggi tidak hanya datang dari alumni dan dosen Prodi Pendidikan Fisika, tetapi juga dari berbagai pihak yang ingin turut berkontribusi. Ceria Putri Utami, salah satu alumni Prodi Pendidikan Fisika angkatan 2011 yang terlibat dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa semangat untuk berbagi tetap membara meskipun di tengah keterbatasan akibat pandemi. “Meski kondisi saat ini sedang mengharuskan kita untuk #StayHome dan #WorkFromHome, gerak terbatas, tapi rasa peduli tetap bisa kami wujudkan dengan kegiatan donasi ini,” ujarnya. Lebih lanjut, Ceria menjelaskan bahwa penggalangan dana dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, sebagai sarana efektif untuk mengajak rekan-rekan alumni dan masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam aksi sosial ini.
Selengkapnya »Briket: Inovasi Kolaborasi Mahasiswa-Dosen Ubah Sampah Kering Kampus Menjadi Energi
(23/10/2019)
Bandar Lampung – Pernahkah Anda membayangkan bahwa sampah kering di kampus dapat diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat? Di UIN Raden Intan Lampung, inovasi ini bukan lagi angan-angan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan dosen, limbah kering kampus berhasil dikonversi menjadi briket, energi alternatif yang ramah lingkungan. Energi biomassa, salah satu bentuk bahan bakar terbarukan, diperoleh dengan mengkonversi bahan biologis seperti tanaman. Keunggulan biomassa terletak pada sifatnya yang berkelanjutan karena berasal dari sumber yang melimpah dan terus tersedia, seperti dedaunan kering dan cabang-cabang mati. “Selama proses kehidupan berjalan, sampah pun akan selalu ada,” ujar Dr. Yuberti, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Fisika. Dr. Yuberti, M.Pd. mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena meningkatnya jumlah sampah organik dan anorganik di lingkungan kampus. Menurutnya, hal ini memerlukan tindakan nyata dari seluruh warga kampus. “Ini harus ada action. Siapa yang harus action? Ya warga kampus, baik dosen maupun mahasiswa. Apalagi jika kolaborasi antara dosen dan mahasiswa terjalin, hasilnya tentu akan lebih optimal,” ungkapnya. Prodi Pendidikan Fisika, bersama Prodi Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan limbah ini. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah memanfaatkan sampah kering di lingkungan kampus menjadi sumber energi alternatif berupa briket. Keunggulan Briket Sebagai Energi Alternatif Menurut Dr. Yuberti, M.Pd., briket memiliki banyak kelebihan dibandingkan arang konvensional. “Briket menghasilkan bara yang lebih panas, tahan lama, dan tidak banyak mengeluarkan asap,” jelasnya. Hal ini menjadikan briket sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus efisien. Proses pembuatan briket di UIN Raden Intan pun terbilang mudah dan efisien. Dengan adanya bank sampah di kampus, bahan baku berupa sampah kering sudah terkategorikan dengan baik. Setelah dipilah, sampah-sampah ini dibakar, disaring, lalu diolah menjadi briket. “Setelah disaring, bahan yang sudah diolah kemudian dicetak dan dikeringkan selama 3-5 hari,” terang Dr. Yuberti. Kolaborasi yang Menginspirasi Dalam upaya ini, 15 mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika terlibat aktif bersama dosen. Inisiatif ini tidak hanya memberikan solusi terhadap masalah lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran berbasis proyek yang mengintegrasikan teori dan praktik. Dengan semangat kolaborasi ini, UIN Raden Intan Lampung membuktikan bahwa kampus tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat inovasi untuk menjawab tantangan zaman. Briket dari sampah kering kampus menjadi bukti nyata bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Ayo, bergabung bersama kami di Prodi Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung dan jadilah bagian dari solusi untuk masa depan yang lebih baik!
Selengkapnya »Prodi Pendidikan Fisika Gelar Seminar Pendidikan
(25/04/2019)
Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung gelar seminar nasional tentang pendidikan di Aula Gedung Dosen FTK, Rabu (24/4/2019). Tema yang diangkat pada seminar ini yaitu Peran Saintis Muda dalam Mengembangkan Teknologi Pendidikan dan Sains di Era Milenial. Seminar ini dibuka langsung oleh Dekan FTK Prof. Dr. Chairul Anwar, M.Pd. Dalam sambutannya, Dekan mengapresiasi kegiatan tersebut, “Dalam menghadapi revolusi industi 4.0, masyarakat membutuhkan karakter, kompetensi, dan literasi yang baik, maka seminar pendidikan ini sejalan dengan itu. Para mahasiswa yang hadir di sini nantinya akan menjadi pendidik, dan tentunya ilmu ini sangat berguna,” ujarnya. Dikesempatan yang sama, Ketua Prodi Pendidikan Fisika Dr. Yuberti, M.Pd. mengatakan bahwa tujuan diadakan seminar ini adalah untuk meningkatkan kekeluargaan antar sivitas akademika di lingkungan Prodi Pendidikan Fisika FTK dan juga diharapkan mampu menciptakan pendidik yang berperan aktif mengembangkan teknologi pendidikan dan Sains di Era Milenial. Narasumber pada kegiatan ini yaitu Dr. Eko Setiawan, M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Seminar nasional ini merupakan agenda tahunan yang sudah berjalan di tahun kedua. Kegiatan tersebut dihadiri oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika, alumni, dan dosen di lingkungan FTK UIN Raden Intan Lampung. Sumber: radenintan.ac.id
Selengkapnya »Prodi Pendidikan Fisika Gelar Diskusi Pendidikan
(30/10/2018)
Humas UIN RIL – Prodi Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Raden Intan Lampung bersama Ikatan Alumni (IKA) Fisika dan Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) menyelenggarakan acara Diskusi Ilmiah yang bertemakan pendidikan. Acara yang mengusung tema How to Improve STEM Education dihelat di Aula Fakultas Ushuluddin, Jumat (26/10/2018). Hadir sebagai narasumber Yudhiakto Pramudya PhD yang berprofesi dosen pascasarjana Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Acara yang dihadiri oleh mahasiswa, alumni dan dosen, dibuka langsung oleh Dr Yuberti MPd selaku Ketua Prodi Pendidikan Fisika. Dalam sambutannya, Yuberti menyampaikan bahwa pembelajaran STEM menjadi peluang dan tantangan bagi pendidik dan menarik untuk dipelajari. “Dengan adanya diskusi ilmiah ini, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik,” kata Yuberti. Yudhiakto memamaparkan cara-cara pembelajaran aktif dan menarik, dengan tujuan agar nantinya mahasiswa ataupun siswa dapat berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Salah satu metode yang diajarkan adalah motede Think Pair Share. Pemateri mengajak langsung peserta untuk menerapkan cara belajar Think Pair Share yang disambut antusias dan semangat oleh para peserta. Selain pemaparan materi oleh narasumber, kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi. (Rls/NF/HI) Sumber: Klik
Selengkapnya »